EasyGo Indonesia meluncurkan Transportation Management System (TMS) EasyGo 2.0 berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mengintegrasikan seluruh proses transportasi dan logistik dalam satu platform real-time. Sistem ini mencakup pengelolaan armada, perencanaan rute, pelacakan kendaraan, hingga penagihan.

EasyGo Indonesia memperkenalkan Transportation Management System (TMS) EasyGo 2.0 sebagai platform manajemen transportasi generasi terbaru pada Rabu, 5 Agustus 2026. Peluncuran bertajuk “Connected Transport & Logistics – Now Evolved” ini, mengundang seluruh pelaku di ekosistem bisnis logistik.

TMS generasi terbaru ini mengintegrasikan seluruh proses operasional logistik ke dalam satu sistem berbasis Artificial Intelligence (AI). Platform terbaru ini dirancang untuk menghubungkan seluruh aktivitas transportasi dan logistik secara end-to-end, mulai dari pengelolaan armada, perencanaan pengiriman, pemantauan perjalanan, hingga proses penagihan dalam satu sistem yang dapat dipantau secara real-time.

Project Manager IT PT EasyGO Indonesia, Muhammad Andrian, mengungkapkan pengembangan TMS 2.0 merupakan respons terhadap tantangan yang masih dihadapi industri logistik nasional. 

TMS EasyGo 2.0 merupakan pengembangan dari platform yang sebelumnya telah digunakan pelanggan. Perusahaan tidak hanya memperbarui tampilan sistem, tetapi juga memperluas fungsi operasional agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri logistik saat ini.

“TMS EasyGo 2.0 merupakan evolusi dari platform yang selama ini telah digunakan oleh pelanggan kami. Kami tidak hanya memperbarui tampilannya, tetapi juga menyempurnakan pengalaman pengguna dan menambahkan modul-modul yang lebih relevan dengan kebutuhan operasional transportasi saat ini,” ujar Muhammad Andrian, di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. 

Ia menambahkan, pengembangan platform dilakukan untuk mempermudah pekerjaan tim operasional sekaligus memberikan visibilitas yang lebih baik bagi manajemen dalam mengambil keputusan berbasis data.

"Tujuan kami sederhana: membantu tim operasional bekerja lebih mudah, memberikan informasi yang lebih jelas kepada manajemen, dan memastikan setiap keputusan dapat diambil berdasarkan data yang terhubung secara real-time," ujarnya. 

Industri Logistik Masih Hadapi Inefisiensi

EasyGO menilai, tantangan utama industri logistik saat ini bukan semata-mata keterbatasan armada maupun sumber daya manusia, melainkan penggunaan berbagai sistem yang berjalan sendiri-sendiri.

Aktivitas seperti pelacakan kendaraan, pencatatan order melalui telepon, WhatsApp maupun spreadsheet, pengelolaan vendor hingga perawatan armada masih banyak dilakukan secara terpisah sehingga menghambat koordinasi operasional. 

Berdasarkan data internal EasyGO dari lebih dari 1.000 klien aktif, biaya bahan bakar masih menyumbang sekitar 35–45 persen dari total biaya operasional logistik.

Sementara itu, rata-rata tingkat pemenuhan Service Level Agreement (SLA)pengiriman baru mencapai 85 persen, di bawah target industri sebesar 95 persen. Perencanaan rute secara manual bahkan masih membutuhkan waktu hingga dua sampai tiga jam setiap hari. 

Menurut perusahaan, kondisi tersebut menyebabkan data operasional tersebar di berbagai sistem sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat dan efisiensi perusahaan sulit ditingkatkan.

AI Optimalkan Armada dan Pengiriman

TMS EasyGo 2.0 mengintegrasikan seluruh proses operasional melalui konsep "8 Tahap, 0 Celah", mulai dari Fleet Management, Order Entry, Planning Order, Assign Order, Loading, In Journey, Proof of Delivery, hingga Invoicing dalam satu alur kerja yang saling terhubung. Seluruh aktivitas dapat dipantau melalui Transportation Management Centre (TMC) secara real-time. 

Platform ini juga dilengkapi Route Planner yang mampu menyusun rute pengiriman secara otomatis berdasarkan lokasi tujuan, jarak tempuh, estimasi waktu, serta kebutuhan armada.

Dalam demonstrasi peluncuran, sistem disebut mampu mengoptimalkan sepuluh titik pengiriman hanya dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dibandingkan proses manual yang sebelumnya memerlukan dua hingga tiga jam. 

Selain itu, fitur Live Tracking yang terintegrasi dengan AI MDVR Dashcam memungkinkan perusahaan memantau kondisi kendaraan secara langsung sekaligus menerima peringatan otomatis ketika sistem mendeteksi pengemudi mengantuk, menggunakan telepon saat berkendara, merokok, keluar dari rute, melaju melebihi batas kecepatan, hingga potensi tabrakan. 

EasyGO juga menghadirkan fitur Easy Connect yang memungkinkan perusahaan logistik berbagi kapasitas armada dalam jaringan pengguna TMS EasyGo. Di sisi lain, integrasi dengan Smart Seal dan Electronic Proof of Delivery (E-POD) membantu meningkatkan keamanan muatan sekaligus mempercepat proses penyelesaian pengiriman dan penagihan. 

Muhammad Andrian menegaskan pengembangan TMS EasyGo 2.0 tidak berhenti pada penambahan fitur semata, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan oleh pelanggan di lapangan.

"Bagi kami, pengembangan produk tidak berhenti ketika sebuah fitur selesai dibuat. Kami perlu memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan oleh tim di lapangan dan memberikan manfaat bagi operasional pelanggan. Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam evolusi TMS EasyGo 2.0," kata Andrian. 

EasyGO menyatakan platform tersebut telah divalidasi oleh sejumlah perusahaan logistik, antara lain GoTrans Logistik dan Parani Arta Mandiri. Perusahaan juga menegaskan teknologi AI pada TMS EasyGo 2.0 dikembangkan untuk mendukung pengambilan keputusan operasional, bukan menggantikan peran manusia dalam aktivitas transportasi dan logistik.

Source : KABARBURSA.COM


Category : Berita
Tags : Berita