PT EasyGo Indonesia resmi meluncurkan platform Transportation Management System (TMS) generasi terbaru. Sistem ini didukung oleh teknologi kecerdasan buatan, guna menyatukan seluruh operasional logistik secara utuh.

Perusahaan merancang perangkat lunak ini secara khusus, demi mengatasi masalah sistem kerja yang terfragmentasi. Pembaruan tersebut akan mempercepat alur koordinasi harian, serta menekan lambatnya respons terhadap berbagai kendala lapangan.

“TMS EasyGo 2.0 merupakan evolusi dari platform yang selama ini telah digunakan oleh pelanggan kami. Kami tidak hanya memperbarui tampilannya, tetapi juga menyempurnakan pengalaman pengguna,” kata Muhammad Andrian, Project Manager IT PT EasyGo Indonesia di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Perencanaan rute armada logistik harian, sebelumnya selalu memakan waktu hingga tiga jam penuh. Kini, modul penjadwalan cerdas pada sistem baru sanggup mengoptimalkan rute dalam hitungan detik.

Pengawasan pergerakan kargo turut ditunjang secara optimal, melalui penggunaan kamera pintar pendeteksi kondisi fisik pengemudi. Manajemen akan menerima peringatan otomatis, apabila sang sopir merokok atau menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Data internal perusahaan mencatat, biaya bahan bakar armada logistik rutin memakan porsi 35% hingga 45%. Optimalisasi jarak tempuh harian ini diharapkan sanggup menekan total pengeluaran operasional secara sangat signifikan.

Tingkat keamanan muatan kargo semakin terjamin, berkat pemasangan gembok segel elektronik berbasis pelacakan titik lokasi. Dokumen bukti pengiriman barang juga didigitalisasi, guna mempercepat kelancaran tahapan penagihan pembayaran bagi pihak agen.

Fasilitas penghubung kapasitas antar armada yang tersedia, memungkinkan setiap pihak membagikan informasi ketersediaan ruang kosong. Kendaraan operasional yang sedang menganggur, pada akhirnya berpeluang besar menjadi sumber aliran pendapatan tambahan baru.

Tingkat pemenuhan standar kualitas layanan pengiriman logistik saat ini, rata-rata baru menyentuh angka 85%. Penerapan otomatisasi alur kerja tanpa celah, secara strategis ditargetkan mampu mendorong pencapaian batas ideal 95%.

Pengembangan platform berkonsep modular ini sangat fleksibel, untuk diterapkan pada berbagai lini sektor bisnis transportasi. Setiap pengguna bebas menambahkan spesifikasi fitur tertentu, sesuai dengan tingkat skala pertumbuhan operasional masing-masing perusahaan.

Sistem komprehensif ini sejatinya tidak dirancang secara khusus, demi sekadar menggantikan peranan penting sumber daya manusia. Kehadiran teknologi pintar ini justru dirancang untuk mempermudah para teknisi, dalam membaca gejala awal kerusakan armada.

Source : Marketeers


Category : Berita
Tags : Berita