Dalam operasional logistik, mengetahui posisi kendaraan memang penting. Namun, kebutuhan perusahaan biasanya tidak berhenti pada pertanyaan “armada sedang berada di mana?”

Tim operasional juga perlu mengetahui apakah kendaraan sedang bergerak, berhenti terlalu lama, keluar dari area tertentu, menempuh perjalanan sesuai aktivitas operasional, hingga bagaimana perilaku pengemudi selama berkendara.

Melalui GPS Tracker untuk armada logistik, berbagai data tersebut dapat dipantau dan digunakan sebagai bahan evaluasi.

Lalu, data apa saja yang bisa dipantau?

1. Posisi dan Status Kendaraan Secara Real-Time

Data paling dasar yang dapat diperoleh melalui GPS Tracker adalah posisi kendaraan.

Melalui Real Time Monitoring, perusahaan dapat mengetahui lokasi armada secara real-time tanpa harus terus-menerus menghubungi pengemudi.

Selain posisi, sistem juga dapat memberikan informasi mengenai status kendaraan, misalnya sedang bergerak atau berhenti.

Pada EasyGo GPS, informasi tersebut dapat ditampilkan melalui dashboard sehingga tim operasional dapat memonitor banyak kendaraan dalam satu sistem.

2. Riwayat Perjalanan dan Jarak Tempuh

GPS Tracker juga dapat menyimpan data perjalanan kendaraan.

Perusahaan dapat melihat playback history, rute yang telah dilalui, hingga jarak tempuh kendaraan dalam periode tertentu.

Data ini dapat digunakan untuk mengevaluasi aktivitas armada.

Misalnya, tim dapat mengetahui apakah kendaraan menempuh perjalanan sesuai kebutuhan operasional atau terdapat perjalanan yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Informasi jarak tempuh juga dapat menjadi salah satu data pendukung dalam pengelolaan maintenance kendaraan.

3. Kecepatan dan Perilaku Pengemudi

Cara pengemudi membawa kendaraan memiliki pengaruh terhadap keselamatan dan efisiensi operasional.

Dengan dukungan sistem monitoring, perusahaan dapat memperoleh data terkait perilaku berkendara seperti:

  • over speeding

  • harsh acceleration

  • harsh braking

  • harsh cornering

  • excessive idling

  • fatigue

Data tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari Driver Behaviour Monitoring untuk membantu perusahaan mengevaluasi performa pengemudi secara lebih objektif.

4. Waktu Berhenti dan Area Operasional

Kendaraan yang terlalu lama berhenti dapat mempengaruhi produktivitas pengiriman.

GPS Tracker dapat membantu perusahaan mengetahui lokasi dan durasi pemberhentian kendaraan.

Melalui fitur geofence dan checkpoint, perusahaan juga dapat menentukan area tertentu untuk membantu monitoring aktivitas kendaraan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat mengetahui kapan kendaraan masuk ke gudang, tiba di lokasi pelanggan, atau meninggalkan area yang telah ditentukan.

Informasi tersebut dapat membantu tim memahami alur perjalanan secara lebih jelas.

5. Data Kendaraan dari Sensor Tambahan

GPS Tracker dapat dikombinasikan dengan berbagai sensor atau perangkat tambahan sesuai kebutuhan operasional.

Pada EasyGo, beberapa data yang dapat dipantau melalui dukungan perangkat tambahan antara lain:

  • Fuel Sensor untuk memonitor level dan konsumsi bahan bakar;

  • Temperature Sensor untuk memantau suhu kabin;

  • Door Sensor untuk mengetahui aktivitas buka-tutup pintu;

  • serta iButton untuk identifikasi driver.

Dengan sensor tambahan, perusahaan dapat memperoleh data yang lebih spesifik sesuai jenis bisnis dan muatan yang dikelola.

Data GPS Bisa Digunakan untuk Apa?

Data GPS akan lebih bermanfaat ketika tidak hanya dilihat sebagai informasi posisi kendaraan.

Perusahaan dapat menggunakannya untuk:

  • memonitor aktivitas armada

  • mengevaluasi produktivitas kendaraan

  • melihat pola penggunaan unit

  • mengontrol perilaku driver

  • mengetahui waktu berhenti

  • mendukung evaluasi biaya operasional

  • serta membantu pengambilan keputusan terkait fleet.

Melalui Transportation Management System (TMS) EasyGo, data GPS juga dapat dihubungkan dengan Fleet Management, Driver Management, Maintenance Management, Delivery Order, Cost Management, hingga reporting.

Dengan demikian, data dari kendaraan dapat digunakan sebagai bagian dari pengelolaan transportasi yang lebih menyeluruh.

GPS Tracker Bukan Sekadar Titik di Peta

GPS Tracker memang membantu perusahaan mengetahui lokasi kendaraan.

Namun, nilai sebenarnya terletak pada data yang dapat dikumpulkan dari aktivitas armada.

Posisi, perjalanan, kecepatan, waktu berhenti, perilaku pengemudi, hingga data sensor dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana kendaraan digunakan dalam operasional sehari-hari.

Semakin baik perusahaan memanfaatkan data tersebut, semakin mudah pula tim melakukan monitoring dan evaluasi berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Kesimpulan

GPS Tracker untuk armada logistik dapat memberikan lebih dari sekadar informasi lokasi kendaraan.

Perusahaan dapat memantau posisi real-time, riwayat perjalanan, jarak tempuh, kecepatan, aktivitas driver, waktu berhenti, geofence, hingga berbagai data tambahan dari sensor kendaraan.

Ketika data tersebut diintegrasikan dengan Transportation Management System (TMS), perusahaan dapat memperoleh visibilitas yang lebih luas terhadap performa armada dan aktivitas operasional.

Dengan TMS EasyGo, data kendaraan dapat digunakan untuk mendukung monitoring, evaluasi, serta pengelolaan transportasi yang lebih terukur dan efisien.

Ingin mengetahui data apa saja yang dapat dipantau dari armada perusahaan Anda? 

Kunjungi website EasyGo dan pelajari solusi GPS Tracker serta Transportation Management System (TMS) EasyGo untuk kebutuhan transportasi dan logistik.


Category : Artikel
Tags : Artikel