EasyGo Rilis TMS Berbasis AI Terbaru, Bisa Tekan Biaya Operasional
PT EasyGo Indonesia meluncurkan platform Transportation Management System (TMS) generasi terbaru yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dalam operasional logistik.
Perusahaan mengembangkan sistem itu untuk menyatukan seluruh proses kerja yang sebelumnya terfragmentasi agar menjadi satu kesatuan operasional yang utuh.
Muhammad Andrian, Project Manager IT PT EasyGo Indonesia mengungkapkan pembaruan perangkat lunak itu diproyeksikan dapat mempercepat koordinasi harian serta meminimalkan keterlambatan respons terhadap kendala di lapangan.
“TMS EasyGo 2.0 merupakan evolusi dari platform yang selama ini telah digunakan oleh pelanggan kami. Kami tidak hanya memperbarui tampilannya, tetapi juga menyempurnakan pengalaman pengguna,” kata Andrian di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (5/8).
Andrian mengungkapkan modul penjadwalan cerdas dalam sistem ini mampu mengoptimalkan perencanaan rute harian dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dari cara konvensional yang memakan waktu tiga jam.
Aspek pengawasan juga diperkuat dengan kamera pintar yang sanggup memberikan peringatan otomatis jika pengemudi menggunakan telepon genggam atau merokok saat berkendara.
Optimasi jarak tempuh melalui sistem itu diharapkan dapat mengurangi biaya operasional secara signifikan, mengingat konsumsi bahan bakar rutin menyerap porsi 35% hingga 45% anggaran.
Keamanan muatan kargo kini didukung oleh gembok segel elektronik berbasis pelacakan lokasi dan sistem digitalisasi bukti pengiriman untuk mempercepat alur penagihan.
Tersedia pula fitur penghubung kapasitas antar-armada yang memungkinkan setiap pihak berbagi informasi mengenai ruang kosong guna menciptakan sumber pendapatan tambahan.
Andrian menjelaskan pihaknya menargetkan standar kualitas layanan dapat meningkat secara strategis dari rata-rata 85% menuju angka ideal sebesar 95%.
Konsep modular yang diusung platform ini memberikan fleksibilitas bagi setiap perusahaan transportasi untuk menyesuaikan fitur dengan skala pertumbuhan bisnis.
Dia menekankan teknologi ini dirancang bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk membantu para teknisi dalam membaca gejala awal kerusakan pada unit armada.
"Tujuan kami sederhana, membantu tim operasional bekerja lebih mudah, memberikan informasi lebh jelas kepada manajemen, dan memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data terhubung real-time," tuturnya.
Source : JPPN.com