PT EasyGO Indonesia (EasyGO GPS) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Belajar dari Kecelakaan: Mengidentifikasi Risiko Pengemudi dan Mencegah Kejadian Berulang” yang diselenggarakan hari ini (21/10) di Hotel 88 Mangga Besar 62, Jakarta Barat.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Wisnu Hariadi, Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta Abdurrohim, Regional Manager PT EasyGO Indonesia. Keduanya membahas keselamatan operasional dari perspektif investigasi kecelakaan dan pemanfaatan teknologi untuk memantau perilaku pengemudi.

Dalam investigasi kecelakaan transportasi, KNKT memiliki peran untuk mengidentifikasi faktor penyebab kejadian dan merumuskan rekomendasi keselamatan guna mencegah kecelakaan serupa terulang. Melalui Subkomite Investigasi Kecelakaan LLAJ, KNKT melakukan investigasi dan penelitian terhadap kecelakaan lalu lintas jalan serta menganalisis kelemahan dalam sistem keselamatan.

Hasil investigasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan, termasuk perusahaan angkutan, untuk memperbaiki prosedur operasional dan pengelolaan risiko perjalanan.Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengelolaan keselamatan armada adalah perilaku pengemudi selama berkendara.

Kelelahan, rasa mengantuk, penggunaan telepon seluler, dan kecepatan yang tidak sesuai dengan kondisi perjalanan merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi melalui pengawasan dan penerapan prosedur keselamatan. Karena itu, perusahaan transportasi perlu mengombinasikan pembinaan pengemudi, pengaturan waktu kerja dan istirahat, serta pemantauan operasional secara konsisten untuk mengurangi potensi kecelakaan.

Selain pendekatan melalui evaluasi perilaku dan prosedur kerja, pemanfaatan teknologi digital juga dapat mendukung pengawasan keselamatan kendaraan. EasyGO GPS, melalui solusi teknologi pemantauan armada dan Safety Dashcam, memperkenalkan pendekatan yang memanfaatkan kamera serta teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu memantau aktivitas pengemudi selama perjalanan.

Teknologi tersebut berpotensi mendukung perusahaan dalam mengenali indikasi perilaku berisiko dan meningkatkan respons terhadap kondisi yang membutuhkan perhatian.Dalam materi FGD, Abdurrohim membahas implementasi AI Safety Dashcam sebagai instrumen untuk mengontrol keselamatan pengemudi dan armada, bukan sekadar perangkat perekam perjalanan.

Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai salah satu bagian dari sistem pemantauan keselamatan yang dapat membantu perusahaan mengevaluasi perilaku berkendara dan mengambil tindakan pencegahan. Meski demikian, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada ketepatan penggunaan teknologi, tindak lanjut hasil pemantauan, serta komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan.

Bagi perusahaan logistik, operator bus, penyedia jasa transportasi, dan pengelola armada komersial, pengendalian risiko kecelakaan juga berkaitan dengan keberlangsungan bisnis. Insiden di jalan dapat menimbulkan kerugian berupa kerusakan kendaraan, gangguan layanan, keterlambatan pengiriman, hingga risiko terhadap keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya. Oleh sebab itu, investasi pada sistem keselamatan perlu dipandang sebagai bagian dari pengelolaan operasional, bukan semata-mata biaya tambahan.

Melalui FGD ini, EasyGO mempertemukan perspektif investigasi keselamatan dari KNKT dengan pendekatan teknologi pemantauan armada untuk mendorong diskusi mengenai pencegahan kecelakaan secara lebih sistematis.

Pembahasan diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pelaku industri mengenai pentingnya mengenali risiko pengemudi, mengevaluasi prosedur operasional, dan memanfaatkan teknologi secara tepat. Pada akhirnya, pembelajaran dari kecelakaan perlu diterjemahkan menjadi perbaikan nyata dalam pengelolaan armada agar risiko kejadian serupa dapat ditekan dan keselamatan transportasi semakin meningkat.

Source : TransGO News


Category : Berita
Tags : Berita