PT EasyGO Indonesia bersama Asosiasi Halal Logistik Indonesia (AHLI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Halal Logistics Monitoring: Memastikan Kepatuhan Standar Halal dalam Transportasi dan Distribusi hari ini(28/10/)di Hotel Asyana, Kemayoran, Jakarta. Membahas upaya memperkuat penerapan standar halal dalam rantai pasok, khususnya pada aktivitas transportasi dan distribusi barang.


Forum tersebut mempertemukan perspektif asosiasi dan penyedia teknologi untuk membahas implementasi kepatuhan halal dalam operasional logistik.FGD ini menghadirkan Chairman AHLI Rizki Eri Utomo dan Oskar Denny, Head of Digital Marketing Project PT EasyGO Indonesia, sebagai narasumber.

AHLI membawakan materi From Regulation to Implementation: Membangun Kepatuhan Halal dalam Rantai Logistik, yang menyoroti penerjemahan regulasi menjadi praktik operasional. Sementara itu, EasyGO mengangkat topik Digital Halal Logistics Monitoring From Loading to Delivery, yang membahas pemanfaatan teknologi digital untuk memantau proses distribusi barang dari tahap pemuatan hingga pengiriman.

Dalam praktiknya, logistik halal tidak hanya berkaitan dengan status kehalalan produk, tetapi juga mencakup proses penyimpanan, penanganan, pengangkutan, dan distribusi. Setiap tahapan perlu memperhatikan potensi kontaminasi silang antara produk halal dan nonhalal, termasuk selama perpindahan barang antarfasilitas maupun antarmoda transportasi.

Karena itu, penerapan prosedur yang konsisten dan kemampuan menelusuri perjalanan barang menjadi aspek penting dalam menjaga integritas rantai pasok halal. AHLI merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan ekosistem logistik halal melalui edukasi, kolaborasi, pelatihan, serta pendampingan sertifikasi bagi pelaku usaha.

Asosiasi ini turut membantu perusahaan memahami standar penanganan logistik halal yang sesuai dengan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong kesiapan pelaku industri dalam memenuhi ketentuan yang berlaku sekaligus memperkuat daya saing layanan logistik halal Indonesia.

Dari sisi teknologi, EasyGO Indonesia mengembangkan solusi Transportation Management System (TMS) untuk mendukung pengelolaan armada dan aktivitas transportasi secara terintegrasi. Layanan yang ditawarkan mencakup pelacakan kendaraan secara real-time, manajemen pengemudi, pengaturan rute, pengelolaan pesanan pengiriman, serta pemeliharaan kendaraan.

Kapabilitas tersebut berpotensi mendukung visibilitas operasional dan dokumentasi perjalanan barang yang dibutuhkan perusahaan dalam membangun sistem monitoring logistik halal.Pembahasan mengenai digitalisasi logistik halal juga sejalan dengan kolaborasi EasyGO dan AHLI yang sebelumnya telah diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut.

EasyGO menyoroti pemanfaatan sistem manajemen armada dan pemantauan distribusi untuk mendukung implementasi logistik halal. Publikasi itu juga menekankan pentingnya traceability atau ketertelusuran agar perjalanan produk, moda angkutan, dan fasilitas penyimpanan dapat ditelusuri sepanjang rantai distribusi.

Melalui FGD ini, peserta diharapkan dapat mendiskusikan tantangan penerapan standar halal sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknologi yang relevan dengan kondisi operasional di lapangan. Sinergi antara pemahaman regulasi, prosedur penanganan barang, dan pemanfaatan sistem digital menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat transparansi serta akuntabilitas rantai pasok halal.


Source : TransGO News​


Category : Berita
Tags : Berita